Cara Sukses Jual Cendol jadi Miliarder !

Jual Cendol ? Jadi Miliarder !, ya Dia adalah Syaputra Kamandanu Sofwan yang lebih dikenal dengan nama Danu Sofwan (31 tahun, kelahiran Tasikmalaya) melihat kelangkaan minuman tradisional ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Di saat para pelaku bisnis berlomba-lomba menjajakan berbagai jenis dan merek bubble tea di Indonesia, Danu Sofwan hadir sebagai pebisnis UMKM dengan minuman tradisional andalannya.

Sang Radja Cendol menjadi produk pilihan utama yang kini menjadi kuliner favorit kaum millenials.

Berikut Cara Sukses ala Danu Sofwan sang Radja Cendol

1.Ide Randol Lahir ‘Hanya’ dari Sebuah Riset Online

Setelah melihat adanya peluang di bisnis kuliner tradisional, Danu Sofwan segera melakukan riset online atau googling mengenai minuman tradisional apa saja yang disukai banyak warga Indonesia.

Dari riset online-nya tersebut, ia menemukan fakta bahwa cendol, minuman manis bersantan yang dilengkapi cendol hijau tipis dan kenyal, termasuk ke dalam daftar minuman terlezat di dunia versi CNNgo (2011).

Fakta ini semakin meyakinkan Danu Sofwan bahwa bisnis cendol memiliki target pasar yang luas.

Danu Sofwan membuktikan bagaimana ia mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, yaitu internet dan gadget miliknya.

Tidak perlu menunggu adanya sumber daya yang hebat supaya ia bisa mulai bergerak merealisasikan ide-ide bisnisnya.

Mulailah dengan apa yang ada pada Anda, maka perlahan-lahan sumber daya lain akan bertambah. Memulai sedikit-sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

2.Inovasi ‘Modern’ Danu Sofwan Untuk Randol

Di tengah persiapan bisnisnya, Danu menyadari bahwa sudah banyak penjual cendol di Indonesia.

Ia pun berprinsip harus ada sesuatu yang unik dan bermakna pada produknya agar dapat masuk ke pangsa pasar kuliner yang beragam.

Selain itu, Danu Sofwan juga menemukan fakta bahwa masyarakat Indonesia masih jarang mengonsumsi susu, bahkan Indonesia memiliki tingkat konsumsi susu terendah di ASEAN.

Dengan memadukan kedua fakta tersebut, Danu Sofwan mendapatkan ide untuk mengganti santan pada minuman cendol dengan susu.

Selama kurang lebih tiga bulan, Danu menguji coba berbagai jenis dan merek susu yang sesuai dengan cita rasa cendol yang asli. Akhirnya, pilihannya jatuh kepada susu UHT (Ultra High Temperature).

Bukan hanya itu, jenis susu UHT yang dipakai adalah susu rendah lemak berkalori sehingga sehat dan aman dikonsumsi oleh siapa saja.

Danu Sofwan juga mengadaptasi inovasi bubble tea untuk cendolnya dengan menciptakan varian topping Randol.

Pada situs resmi Randol dicantumkan bahwa inovasi cendol tanpa santan ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Randol disukai masyarakat Indonesia.

Danu Sofwan mencontohkan bisnis yang tidak berfokus pada keuntungan saja, tetapi juga nilai dan manfaat yang dikandungnya.

3.Keunikan Radja Cendol dan Nama Nyeleneh Lainnya

Cendol merupakan minuman yang sudah lazim bagi masyarakat. Namun, belum pernah ada cendol susu dengan berbagai topping yang dijual di pasaran.

Keaslian idenya tersebut perlu ia lindungi dengan menciptakan brand yang unik dan mudah diingat. Oleh sebab itu, lahirlah nama Radja Cendol bagi produk andalannya ini.

Selain nama brand yang unik, Danu Sofwan juga memfokuskan inovasi berbagai macam topping Randol yang ia jual dengan nama-nama menu yang juga nyeleneh (unik).

Beberapa menu-menu tersebut adalah Barbie Doll (cendol rasa stroberi), Si Queen Doll (cendol dengan topping Silverqueen, dan Si Bondol (cendol dengan topping Oreo).

Strategi ini terbukti berhasil, para konsumen baru terus berdatangan karena rasa keingintahuan mereka akan menu-menu nyeleneh tersebut.

Danu Sofwan mempraktikkan bahwa hal kecil pun sangat layak untuk dipikirkan oleh seorang pelaku usaha demi bisnis yang berkembang ke arah yang lebih baik.

4.Tips Pemasaran Terbaik Danu Sofwan: Kata ‘GRATIS’ dan Media Sosial

Seperti perusahaan start up pada umumnya, Danu belum memiliki gerai mandiri di awal perjalanan bisnisnya.

Banyak strategi pemasaran yang telah dilakukan Danu Sofwan, di antaranya promosi langsung dengan berteriak di tengah kerumunan, menyebarkan brosur dan kupon, dan membuka promo besar-besaran “Beli 1 FREE 3”.

Strategi yang ia rasa paling berhasil adalah promo besar-besaran tersebut. Pada saat itu, ia berhasil menjual hampir 200 cups sehingga sanggup mengembalikan modal awal yang ia pinjam dari teman-temannya.

Tidak hanya itu, Danu menjadikan foto antrean panjang di depan gerainya menjadi foto profil BBM-nya dengan harapan Randol dapat menjangkau semua kalangan melalui media sosial.

Strategi ini dinilai ampuh oleh Danu Sofwan sebab ia telah mendapatkan banyak konsumen yang loyal dan bersedia membagikan pengalaman puasnya melalui media sosial seperti Twitter.

Akibatnya, Danu menerima banyak permintaan menjadi mitra melalui email untuk membuka franchise Randol.

Danu Sofwan memberikan teladan bahwa perjuangan yang tulus akan membuahkan hasil.

Jangan pantang menyerah bagi Anda yang sedang memasarkan produk start up.

5.Inovasi Tiada Henti Walau Sudah Membuka Banyak Franchise

Keberhasilan Randol tidak membuat Danu Sofwan lekas puas.

Seiring melebarkan bisnisnya dengan menjalin mitra dengan banyak pihak, Danu Sofwan juga bekerja sama dengan sebuah badan pangan di Surabaya untuk meneliti cendol hijau yang merupakan bahan baku utama cendol.

Danu masih memiliki ide untuk Randol, salah satunya adalah eksistensi bahan baku cendol dalam bentuk bubuk.

Ia berharap bahan baku utama Randol bisa didistribusikan dalam bentuk yang efisien dan lebih mudah digunakan oleh para mitranya di berbagai daerah, termasuk mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.