Tips sukses dari Erwin Aksa penerus Bosowa Corporation

Di jagad bisnis Indonesia, nama Erwin Aksa sudah tak asing lagi. Pria yang secara silsilah punya hubungan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini masuk dalam jajaran orang terkaya di Tanah Air.

Dia tercatat menjabat sebagai Presiden Direktur Bosowa Corporation, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis semen, sumber daya alam, jasa keuangan, asuransi, pembiayaan, perbankan, infrastruktur, otomotif hingga jasa transportasi.

Meski lahir dari keluarga kaya raya, Erwin Aksa gak lantas mau terima jadi atau sekadar teruskan bisnis keluarga. Justru sejak kecil, dia sudah ‘ditendang’ dari rumah.

Ini adalah hal yang disengaja, agar Erwin kecil berlatih jadi orang mandiri. Terbukti, dia pantas disebut entrepreneur muda yang pernah pegang komando HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).

Kiprah Erwin Aksa bisa melanglang buana dengan usahanya bisa dicontek. Apalagi dia termasuk yang royal berbagi ilmu. Buktinya, dia sering memenuhi undangan seminar, talk show, sampai stadium general di kampus-kampus.

Pengalamannya bisa bantu kita-kita ini menjawab pertanyaan dasar di awal tulisan, yakni bagaimana cara memulai menjadi pengusaha?

Berikut ini beberapa poin yang bisa dicontek dari gaya Erwin Aksa berbisnis:

1.Sadar ada proses

Berproseslah. Sekarang mana ada pengusaha yang langsung masuk daftar orang kaya versi Forbes tanpa proses.

Pengusaha yang baik dan ulet selalu mengawali usahanya dari skala kecil. Dari yang kecil kemudian diimprovisasi agar skalanya menjadi besar.

2. Bentuk karakter

Pengusaha wajib punya karakter. Karakter inilah yang mewarnai usaha bisnis yang dijalani. Erwin mengingatkan karakter yang mesti dipenuhi seorang pengusaha, antara lain kemampuan bekerja dengan efisien, hemat, jujur, plus berani dalam bertindak.

Erwin mewajibkan pengusaha memiliki kejujuran. Jujur tak hanya terhadap produk atau jasa yang dihasilkan, tapi juga meluas ke konsumen dan karyawannya.

Berikutnya adalah keberanian. Pengusaha harus berani mengkalkulasi risiko yang diambil dan tetap punya nyali agar gak takut terhadap kegagalan.

3. Kreativitas

Dalam dunia usaha, kreativitas memegang peranan penting. Erwin menekankan kreativitas menjadi kunci kesuksesan usaha.

Ketika terjun di dunia usaha, seketika akan menghadapi dunia yang penuh persaingan. Tanpa kreativitas, maka usaha yang dikembangkan bakal sulit bertahan. Itulah kenapa kreativitas diperlukan demi keberlangsungan usaha di masa depan.

4. Efisien dan hemat

Punya kemampuan untuk efisien dan hemat, sudah cukup membawa pintu kesuksesan. Dua hal itu sangat krusial.

Calon pengusaha mesti piawai mengefisienkan segala biaya produksi. Hal yang sama juga berlaku dalam urusan berhemat agar keuntungan yang diharapkan lebih maksimal.

5. Punya visi

Perspektif yang luas dan misi yang jelas. Jangan lupakan dua hal itu, mengingat perubahan bergerak sangat cepat. Pelaku bisnis yang terlena dengan keadaan sekarang bakal gagap bila lingkungan sekitar berubah cepat.

Maka itu pelajari bisnis yang sedang dilakoni. Paham tentukan posisinya di mana. Berikutnya baru racik solusi menghadapi tantangan.

Setidaknya lima hal itu yang seringkali Erwin Aksa beberkan dalam tiap kesempatan berbagi ilmu di seputar dunia ke-pengusaha-an.

Gak usah malu mencontek. Toh, dalam dunia usaha, soal contek-mencontek adalah hal yang lumrah. Termasuk juga curi-mencuri ilmu. Bukan uang ya, tapi ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.